PENGANTAR
Banyak orang sulit menerima penderitaan hidupnya.Penderitaan dianggap sebagai sebuah kutukan atau sial.Memang harus kita akui bahwa tidaklah mudah menerima keadaan hidup yang ditimpa berbagai penderitaan.Dan tidak jarang banyak orangorang ingin melepaskan diri dari penderitaan dengan mencari penangkalnya atau mencari kompensasi,bahkan sampai ada yang putus asa. Banyaknya reaksi terhadap penderitaan hidup menunjukkkan bhahwa kita kurang memahami penderitaaan. Banyak orang menganggap penderitaan dan kesulitan hidup sebagai suatu yang kosong ,tanpa makna.Padahal kalau kita memahaminya sungguhsungguh secara mendalam ternyata penderitaan kaya akan makna.Lebihlebih kalau kita melihat beberapa gagasan dari alkitab suci,penderitaaan memiliki makna yang khusus bagi kita serta kehiduppan kita sebagai umat manusia.Bahkan untuk mencapai suatu tujuan.
Dalam tulisan ini saya,saya mencoba menggali unsurunsur yang terkandung dalam penderitaan pada umumnya,dengan menghubungkan pada beberapa gagasan alkitab suci.

Nilai -nilai penderitaan
Penderitan merupakan suatu misteri,setiap manusia tidak bisa mengelaknya.Manusia hidup dalam segala zaman selalu bergumul denagn penderitaan. Menghadapi persoalan ini persoalan ini tidak jarang orang bertanyatanya.Mengapa Tuhan tidak mengakhiri saja prnderitaan, Padahal ia berkuasa?Jika memang Tuhan mencintai manusia mengapa Ia membiarkan penderitaan?Dan banyak lagi pertanyaan yang hingga kini belum ada jawabannya.Kadang kita melihat orang penderitaan yang lebih susah dari kita malah lebih terlihat tenang.Mungkin kita berpikir bahwa mereka pasrah akan hidup ini tapi sebenarnya “Tidak”.
Kalau direnungkan secara mendalam manusia pada dasarnya makhluk yang lemah dan terkadang sulit menerima kenyataaan.Maka dari itu manusia disebut makhluk sosial artinya membutuhkan orang lain serta sesama,serta membutuhkan guru dalam hidup yaitu Tuhan Yesus.yang banyak sekali memiliki andil dalam penentuan arah hidup kita walaupun pada akhirnya kita juga yang akan memilih arah hidup kita
Penderitaan sebagai pembangun sikap tobat.Ketika bangsa Israel melakukan yang jahat di hadapan Tuhan,hidp mereka melarat dan menderita karena Tuhan menyerahkan mereka ketangan musuh(bdk.Hak 6:1-10).Karena hidup yang menderita itu akhirnya mereka menyadari mereka telah berpaling dari Tuhan.Maka denga menyadari kesalahanya,Bangsa Israel berseru kepada Tuhan (Hak 6:6) Penderitaan yang itu membuat Bangsa Israel sadar dan mau bertobat dan tidak mau mengulangi kesalahanya.

Menderita Syarat Mengikuti Kristus
Setiap orang yang mau mengikuti Aku ,ia harus menyangkal diri,memikul salib setiap hari dan mengikuti aku “(Luk 9: 23; 14:27; Mat 10:38) Memikul salib artinya menanggung penderitaan .Apakah Yesus menghendaki manusia menderita ?Memikul salib atau menderita seperti yang Yesus maksudkan merupakan konsekuensi logis menjadi pengikutNya.Mengikuti Yesus harus siap menghadapi derita atau dianiaya.Mengapa?Karena mengikuti Yesus tidaklah melalui jalan yang mulus ataupun jalan pintas tetapi harus melalui jalan salib/penderitaan sampai titik darah penghabisan.seta melawan segala kelekatan yang bersifaf duniawi.Tapi melalui jalan inilah upaya penyelamatan Manusia.

Tuhan sebagai sumber kehidupan yang sempurna
Tuhan mewahyuhkan diri sebagai sebagai pribadi yang memihak pada kehidupan. Tuhan sendiri adalah kehidupan dalam arti sesungguhnya( Yoh 10:10; 11:25; 14:6; Kis 17:28). Kehidupan yang dikehendaki Tuhan adalah kehidupan kehidupan yang sempurna,utuh,tak bercacat dan sehat. Kehidupan yang utuh dan sempurna yang dikehendaki dan diberikan Tuhan sebagai sumber kehidupan mengandaikkan tanpa ada penderitaan Tapi yang sebenarnya Kehidupan yang sempurna adalah memahami penderitaan yang kita alami. Karena perlu kita garis bawahi bahwa pembebasan ini tidak berarti mengelak pada penderitaan sehingga sangat perlu penghayatan yang mendalam dalam diri kita, serta kehidupan seharihari.

Penderitaaan sebagai panggilan hidup
Kalau kita berefleksi secara jujur tentu kita tidak ingin menderita,namun toh juga semua orang entah sebagai pastor,suster,guru,dokter dan sebagainya. Percikan pengalaman yang pernah kita dapat dalam kehidupan ini menjadi pedoman dalam menghayati panggilan yang kita lakoni sebagai seorang manusia.Karena dari sinilah kita banyak belajar memahami arti penderitaan tersebut. Setiap panggilan yang kita lakoni dalam hidup ini menjadi gambaran kehidupan Yesus.Karena apa yang kita lakukan pada dasarnya sudah di tentukan.Tapi yang perlu dipahami di sini adalah bagaimana cara kita supaya yang kita lakoni dalam hidup ini dapat kita pahami secara maksimal sehingga kita megerti apa tujuan hidup kita dan mengapa kita melakukan hal ini.
Dari uraian singkat diatas kita diajak untuk memahami bahwa penderitaan merupakan teman hidup setiap mahkluk yang di lahirkan di dunia ini.diharapkan setiap orang belajar bagaimanamengakrabisetamenanggungpenderitaan sebagai panggilan hidup yang harus diselesaikan.Ataupun saya sebutTeman Ngopi“.

Bercermin Pada Penderitaan Yesus
Penderitaan dan wafat Yesus sangat jelas membuktikan solidaritas Allah pada penderitaan umat manusia.Lewat Yesus Kristus,Allah telah menunjukkan sikap dan kemauan -NYa.untuk berbela kasih rasa dengan nasib manusia yang tak terelakkan,yakni penderitaan. Fakta merupakan peristiwa eksistensial manusiawi yang setiap kali bisa datang menyergap dan menggeroti keberadaan situasi kehidupan kita. Tetapi takkala eksistensi hidup kitaTercabik Bias” ( kegetiran hidup dan krisis hidup) datang menyergap diri.Tapi hal ini yang membuat kita berusaha menemukan proses pemahaman makna penderitaan.
Harus kita akui bahwa penderitaan merupakan suatu misteri yang sulit untuk dipahami.Namun patut juga dipertanyakan,Bukankah kematian Kristus juga sulit untuk di pahami? Dari sini kita harus banyak belajar akan arti penderitaan tersebut.Bahwa Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosadosa dunia yakni adalah Penderitaan dosa umat manusia. Maka kita meski banyak belajar menghadapi gugatan penderitaan karena di dalamnya terdapat cinta,setia,gembira yang pengaruhnya tiada batas.

Berikut ini puisi tanpa nama karena aku bukan apa-apa
sobatku,………….
Hidup ini
ternyata tak seindah yang
kubayangkan sewaktu aku
berenang bebas dalam rahim
ibuku.
ombak, badai selalu menghempas
derap langkahku
hantamannya teras keras membentur jantung
kehidupanku
Riak-riak suara hatiku menjerit dan terus menjerit….
agar derita dahsyat hidup yang mengganjal arah hidupku
lenyap tak berbekas…………
tapi ternyata sobat
aku terdampar pada karang
ketakberdayaan
Di sudut bilik bisu ini,
kutermangu………
menatap kosongnya hidup
dihantam derita
seakan mengegerot
tulangku yang lemah ini
Tuhan betapa deritaku menumpuk
aku menjerit……… dan menangis
di ribaan-Mu
Biarlah terlepas dari himpitan derita yang sarat menimpaku.


Membaca puisi ini membuat saya untuk berpikir sejenak bahwa penderitaan sertamasalah yang kita alami dalam hidup ini bukan akhir dari segalanya justru dari situlahmuncul arti hidup sebenarnya dan awal baru membentuk diri kita untuk menjadi lebih baikwalaupun kita tidak akan terlepas dari masalah kita yaitu Teman ngopi”.

Dirilis dari: Tulisan frater kongregasi
pasionis Indonesia