Sebagai remaja, tentu kita tidak mau selalu diidentikkan dengan hal-hal negatif dan dianggap apatis terhadap persoalan sosial masyarakat.ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghapus cap negatip masyarakat terhadap remaja. Salah satunya adalah belajar kritis terhadap persoalan yang menimpa masyarakat.Yap!Kritis bukan cuma milik mahasiswa,tetapi sebagi remaja yang masih sekolah seperti kita juga harus kritis.Artinya, kita tidak menerima begitu saja terhadap apa yang diberikan atauapa yang diperintahkan terhadap kita,tetapi kita juga berhak memberikan pendapat lain terhadap sesuatu.

Salah satu cara untuk bisa membangkitkan budaya kritis adalah dangan menyadari bahwa kita adalah dari anggota masyarakat , yang hidup di tengah masyarakat,dan juga mengalami imbas dari persoalan yang ada dalam masyarakat.Sebagai contoh, kenaikan harga BBM yang yang dilakukan pemerintah menbuat harga- harga kebutuhan pokok naik,harga transportasi naik,harga buku naik,dan sebagainya.Jika harga semua naik,maka yang pusing adalah orang tua yang harus mengatur keuangan yang sedemikian rupa sehingga mencukupi kebutuhan keluarga.Jika tetap tidak cukup, maka kit pun kena imbasnya karena uang jajan dikurangi atau anggaran membeli buku dipotong.

BAGAIMANA MENJADI KRITIS?
Kita harus memulainya dari hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Misalnya, ketika sedang berada di rumah atau di sekolah. Ketika di rumah, mulailah bersikap kritos trhadap cara orang tua mendidik.Misalnya saja,ketika orang tua kita mendidik dengan cara kekerasan seperti memukul apabila kita melakukan kesalahan. Kita harus berani mengkritik mereka denga cara mengajak mereka mendiskusikan masalah itu dengan kita.Dalam diskusi tersebut, kita harus bisa memberikan argumen dan rasionalisasi yang kuat kenapa kita mengkritik cara mendidik yang dilakukan orang tua kita.Dengan cara seperti itu.pasti orangtua akan mulai mengangap keberadan kita.Kita bukan cuma obyek pendidikan orang tua tetapi juga merupakan subyek yang turut bisa bersuara.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan, sikap kritis yang kita miliki jangan semata mata karena subyekvitas kita terhadap sesuatu, tetapi kita memiliki rasionalisasi yang kuat kenapa kita melakukan kritik. terhadap sesuatu tersebut.Rasionalisasi yang muncul dapat diperoleh dengan banyak memiliki pengetahuan,entah itu berasal dari buku,koran,atau,hasil diskusi dengan orang lain.Maka, banyak membaca,berdiskusi dengan teman-teman akan sangat membantu seta menambah pengetahuan dan menguatkan argumen atau rasionalisasi kita melakukan kritik.
Nah budaya kritis ternyata bukan hanya milik para aktivis mahasiswa,tetapi remaja seperti kita bisa melakukannya.

Dari majalah:D’blast 1 edition